Satrio Piningit.
Ya
nama itulah selalu muncul dalam benak pikiran terutama masyarakat jawa. Tokoh
agung yang selalu diharapkan kehadiranya yang diangan-angankan akan membawa
negeri ini kepada masa kejayaan yang “toto
tentrem kerto raharjo, gemah ripah loh jinawi”. Lalu sperti apakah sosok
tersebut?
Tulisan
ini mencoba menguraikan siapa sebenarnya satrio piningit dalam negara
Indonesia. negara yang secara sistem politik menganut sistem presidensial
tentunya menggunakan seorang presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala
pemerintahanya. Tentunya presidentlah yang sangat diharapkan sebagai salah satu
satrio piningit itu.
Berkaca pada hasil pemilihan umum tahun
ini. Banyak orang berkspektasi pada hadirnya sosok pemimpin baru yang akan
memimpin Indonesia ima tahun kedepan. Sebelumnya sudah ada beberapa tokoh yang
menjadi pemimpin di negeri ini. Sebut saja sang proklamator Soekarno, Soeharto,
Bj Habibi, Abdurahman Wahid, Megawati seokarno Putri dan yang terakhir Susilo
Bambang Yudhoyono. Namun apakah mereka semua
adalah satrio piningit tersebut.
Dipaparkan ada tujuh satrio piningit
yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau
memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit , yaitu : Satrio
Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio
Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh,
Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.Berkenaan
dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio
Piningit itu adalah sebagai berikut :[1]
1. SATRIO KINUNJORO MURWO
KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan
membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi
tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang
dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden
Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim
Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.
2. SATRIO MUKTI WIBOWO
KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga
berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu
dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan /
kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan
sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin
Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.
3. SATRIO JINUMPUT SUMELA
ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam
masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang
dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga
Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.
4. SATRIO LELONO TAPA
NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan
tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup /
Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH.Abdurrahman
Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.
5. SATRIO PININGIT HAMONG
TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya
(Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati
Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun
2000-2004.
6. SATRIO BOYONG
PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri
menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju
tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini
tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu
mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan
seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan
bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai
terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu
menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi
bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan
kebijakan yang diambil.
7. SATRIO PINANDITO
SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai
digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak
atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu
bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman
keemasan yang sejati
Tokoh
terakhir yang di ramalkan sebagai” satrio Pinandito sinisihan Wahyu”. Dialah
yang diharapak oleh semua kalangan sebagai satrio Piningit tersebut. namun
tentunya ada satu hal yang tidak boleh di lupakan terlepas dari harapan
pemimpin tersebut adalah rakyat.
Bagaimanapun
juga rakyat adalah kekuata utama yang mampu mencetak seorang pemimpin tangguh.
Hal ini tentunya benar karena dalam negara ini pemimpin adalah dihasilkan dari
sistem pemilihan yang syah yaitu pemilu. Oelh karena itu marilah sebagai rakyat
Indonesia untuk memilih pemimpin yang adil dan mumpuni agar cita cita satrio
piningit tersebut dapat terkabul.
Wallahualam
bissowaf